Kata Gavriel, penguatan struktur pertahanan bukan hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga menyangkut kemampuan negara dalam menjaga kedaulatan, keamanan masyarakat, serta memastikan kehadiran negara di wilayah-wilayah strategis dan perbatasan.
“NTT bukan sekadar wilayah perbatasan. NTT adalah salah satu wajah terdepan Indonesia. Karena itu, penguatan pertahanan di NTT harus dilihat sebagai bagian dari investasi strategis negara dalam menjaga kedaulatan dan memastikan masyarakat di wilayah perbatasan merasakan kehadiran negara,” katanya.
Gavriel juga menyampaikan penghargaan atas kerja Panglima TNI dan jajaran yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan pertahanan di wilayah NTT.
Menurutnya, pembentukan Kodam NTT harus diikuti dengan penguatan secara bertahap, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun kesiapan satuan, sehingga keberadaan Kodam benar-benar mampu menjawab kebutuhan pertahanan dan keamanan di wilayah tersebut.
”Saya berharap pembentukan Kodam Sobe Sonbai di NTT ini menjadi awal dari penguatan yang lebih menyeluruh. Bukan hanya struktur organisasinya, tetapi juga personel, alutsista, infrastruktur, serta dukungan terhadap satuan-satuan TNI yang berada di wilayah NTT,” ujar Gavriel.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen, Gavriel menegaskan bahwa penguatan pertahanan di wilayah perbatasan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.











Tidak ada Respon